Jumat, 17 Mei 2013

Gubernur Akan Panggil Pemilik Perusahaan di Bagendang

Kondisi jalan Sampit-Bagendang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kateng, Senin 13 Mei 2013
Pembangunan ruas jalan yang menghubungkan Sampit-Bangendang di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hingga kini belum menunjukkan perkembangan positif. Karena itu, pengawasan akan diambil alih oleh Pemprov Kalteng.
 
PALANGKA RAYA – Berdasarkan temuan di lapangan saat Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang melakukan peninjauan, Senin (13/5), truk yang melintasi jalan Sampit-Bangendang rata-rata bermuatan 10-11 ton, melebihi kemampuan jalan atau muatan sumbu terberat (MST) maksimal 8 ton. Padahal setiap hari, seperti di PT Sukajadi Sawit Mekar (SSM) terdapat sekitar 80 truk yang bolak-balik melintasi jalan tersebut.
“Kondisi seperti ini yang saya minta pertanggungjawaban dari perusahaan perkebunan sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur, karena yang paling tahu di sini adalah bupatinya. Tetapi karena saya lihat perkembangannya tidak ada yang mengarah ke positif, terpaksa saya ambil alih,” tegas Teras Narang.
Karena itu, Teras akan memanggil pemilik perusahaan tersebut untuk melakukan pertemuan di Palangka Raya. Ia tidak menginginkan pertemuan itu dihadiri langsung oleh pemiliknya karena apabila hanya direktur, tidak bisa memutuskan. Tercatat, pada wilayah tersebut setidaknya ada 4 perusahaan.
Ia menegaskan, pemanggilan pemilik perusahaan itu sebagai bentuk komitmen kepala daerah. Sebab, apabila kondisi demikian dibiarkan, akan semakin parah mengingat dilintasi secara terus menerus sementara hasil perbaikan jalan tidak sesuai dengan yang diharapkan. “Pengusaha boleh saja untung, tapi jangan lupa, rakyat juga jangan sampai menderita dan negara jangan dirugikan,” tegasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Kalteng Leonard S Ampung, mengatakan, kontribusi dari perusahaan terhadap jalan yang menghubungkan Sampit-Bagendang hanya sekitar 200m dari panjang jalan sekitar 11km. Padahal perusahaan tersebut menggunakan jalan ke arah pelabuhan CPO di Badendang dengan beban melebihi 8 ton. Ini yang menyebabkan jalan semakin rusak.  
“Ini memerlukan perhatian dan tanggung jawab moral dari para pengusaha untuk bisa turut memelihara jalan, dengan tidak memuat angkutan melebihi kapasitas,” ujarnya.
Pada kunjungan tersebut, Teras didampingi Leonard, Wakil Bupati Kotim Taufiq Mukri serta pejabat lainnya melihat langsung terminal khusus milik PT SSM di Desa Bagendang. Teras sempat berbincang dengan seorang penanggung jawab perusahaan dan meminta keterangan mengenai kendaraan pengangkut hasil perkebunan yang berbobot besar tersebut.dkw