Senin, 05 Agustus 2013

Pemprov Kalteng Beri Subsidi Pasar Murah

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalteng saat melaksanakan pasar murah di lingkungan Pelabuhan Rambang, Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya, Sabtu (3/8/2013)
PALANGKA RAYA – Tahun 2013 ini, Pemerintah Provinsi Kalteng memberikan subsidi kepada masyarakat yang kurang mampu pada saat menjelang hari-hari besar keagamaan. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalteng Damber, saat ditemui di sela-sela pelaksanaan pasar murah, dilingkungan Pelabuhan Rambang, Kota Palangka Raya, baru-baru ini.
Dana subsidi yang diberikan tersebut, penyalurannya melalui pelaksanaan pasar murah yang akan dilaksanakan pada saat menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan Natal, “Ada subsidi khusus, nilainya lebih dari Rp1,130 miliar pada 2013 ini, untuk kabupaten/kota,” ujar Damber.
Sementara dana subsidi tersebut, katanya,  saat ini sudah disalurkan dan pelaksanaan pasar murah tersebut akan dilakukan oleh masing-masing kabupaten/kota yang bersangkutan.
Kendati demikian, Damber berharap ada dukungan dana juga dari kabupaten/kota setempat untuk pelaksanaan pasar murah tersebut. Dengan demikian, diharapkan akan semakin banyak masyarakat yang akan mendapatkan paket sembako murah tersebut.
“Mengingat bantuan yang diberikan oleh Provinsi tersebut, sifatnya hanya untuk memancing saja, sehingga dukungan dana dari kabupaten/kota sangat diharapkan mengingat merekalah yang punya wilayah dan masyarakat itu,” ujarnya.
Lanjut Damber, sementara dana subsidi yang diberikan Pemprov tersebut penyalurannya melalui pasar murah tersebut dilakukan antaralain oleh TP
PKK Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Termasuk kegiatan pasar murah yang pihaknya telah dilakukan di 2 lokasi yaitu, Kelurahan Kereng Bangkirai dan Kelurahan Pahandut Kota Palangka Raya dengan menyediakan sekitar 1.460 paket sembako murah yang anggaranya juga bersumber dari dana subsidi tersebut.dkw

Penanganan Longsor Patas Perlu Anggaran Rp3,5 Miliar

PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalteng Leonard S Ampung, saat ditemui dilingkungan kantor Gubernur Kalteng, baru-baru ini, kepada wartawan mengatakan, penangan ruas jalan yang longsor tersebut akan dilakukan mengunakan pile slab beton yang permanen.
Mengingat besarnya anggaran yang digunakan untuk penanganan ruas jalan yang longsor tersebut, maka pihaknya mengusulkan anggaran bencana dari Kementrian Pekerjaan Umum. Sementara perkiraan anggaran untuk penanganan jalan tersebut mencapai sekitar Rp3,5 miliar.
“Anggaran tersebut, untuk menangani jalan yang longsor sekitar sepanjang 60 meter tersebut, yaitu dengan dipasang siring beton, kemudian ditimbun lagi. Namun itu baru perkiraan, nanti ada rap-nya, ada kontraknya, dari situ dapat kelihatan nilainya,” lanjut Leonard.
Namun pengerjaan pembangunan siring beton untuk penanganan ruas jalan yang longsor tersebut, baru akan dimulai pengerjaanya setelah Hari Raya Idul Fitri mendatang.
Sementara menunggu turunnya anggaran bencana dari Kementrian PU tersebut, saat ini pihaknya melakukan penguatan dan pelebaran jalan sekitar sepanjang 200 meter yang ada di samping jalan yang longsor tersebut.
Karena Leonard berharap, pada H-5 Lebaran, jalan alternatif tersebut sudah bisa dilalui 2 jalur. Kendati demikian, saat ini ruas jalan tersebut masih bisa dilalui atau operasional, meski  harus bergantian.
“Namun dalam waktu dekat, pihaknya akan turun kelapangan untuk mencek pengerjaan jalan tersebut, agar H-5 Lebaran, jalan alternatif tersebut sudah bisa dilalui dua jalur, ujarnya.
Sebelumnya Leonard mengatakan, saat ini, jalan yang rawan longsor di arah Puruk Cahu, disitu langganan setiap tahun longsor-longsor. “Tapi dari pantauan kami dilapangan, saat ini tidak ada (jalan yang longsor), masih aman-aman saja,” ungkapnya.
Sementara titik yang longsor di daerah Puruk Cahu ini terus bertambah. Dari penelitian yang ada, bahwa di daerah tersebut ada pergerakan, ada gerakan alur tanah, sehingga titik longsor di daerah tersebut bertambah. Sementara longsor yang terjadi di daerah Patas tersebut baru terjadi untuk yang pertama kalinya.
Sehingga pihaknya berharap agar jalan yang ada di daerah tersebut ada penanganan lagi. Namun longsoran ini merupakan bencana alam, sehingga aggarannya bisa dikucurkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sementara untuk menangani ruas-ruas jalan yang dinilai rawan terjadi longsor tersebut, ujar Leonard, maka PPK akan membuka posko dan masing-masing menguasai link-nya masing-masing. “Jadi mereka harus menguasai titik-titik yang krusial,” ujarnya.
Sehingga, tambahnya, jalan-jalan yang dinilai rawan longsor ini akan dilakukan inventarisasi dan kemudian dilakukan penanganan.dkw

Dukung Program Kalteng Besuh, Distanak akan Tingkatkan Produktivitas

PALANGKA RAYA – Dalam upaya mendukung program Kalteng Besuh atau Kalteng Kenyang, maka Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Kalteng akan membuat berbagai program dalam upaya terus meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pangan di daerah ini.
Saat ini Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kalteng sedang membuat berbagai program untuk mendukung program Kalteng Besug atau Kalteng Kenyang tersebut, ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kalteng Tute Lelo, kepada sejumlah wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini.
Namun, untuk mendukung program tersebut tidak hanya dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi saja, namun juga dilakukan oleh semua instansi yang terkait, ujar Tute.
Hal ini dirasa perlu, pasalnya yang dimaksud dengan Kalteng Besuh atau Kalteng kenyang tersebut tidak hanya terkait dengan ketersediaan pangan saja, namun juga keberlanjutan dari ketersediaan berbagai bahan pangan tersebut, ungkapnya.
Untuk mewujudkan ketersediaan dan keberlanjutan bahan pangan tersebut, khusunya dari Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kalteng akan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas “itu yang pokok, sehingga dari hulu ke hilir itu jalan,” tegas Tute.
Sementara berbagai program tersebut akan mulai diimplementasikan pada 2014 mendatang, meski untuk beras dan jagung Kalteng sudah surplus. Namun kedepan akan ada program khusus untuk mendukung program Kalteng Besuh tersebut “sebenarnya sekarang sudah mulai, namaun kedepan akan lebih spesifik lagi,” lanjutnya.
Berbagai program tersebut dilakukan lebih spesifik pada 2014, mengingat program Kalteng Besuh atau Kalteng kenyang tersebut baru diluncurkan oleh Gubernur Kalteng pada pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tingkat Provinsi Kalteng ke X, di Kecamat Tewah, Kabupaten Gunung Mas, 24 Juni 2013 yang lalu.
“Sementara Kalteng besuh tersebut agar kita jangan kekurangan pangan, sehingga ketersediaan dan keberlanjutan pangan tersebut yang dipikirkan, sehingga nantinya dapat berpengaruh dengan harga komoditas tersebut. Kalau stoknya terus ada dan memadai, maka secara sendirinya harganya tersebut akan stabil,” ungkap Tute.
Sebelumnya Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang mengatakan, program Kalteng Besuh atau Kalteng Kenyang ini merupakan program baru dalam bidang pertanian dan perikanan. Dengan program ini diharapkan tidak hanya sekedar ketahanan pangan saja, namun harus berdaulah panga, ujarnya.
Kalteng tidal akan melarat kalau program Kalteng besuh ini berhasil dilaksanakan dengan baik. Sehingga, selain meningkatklan sumber daya manusia (SDM), namun masyarakat juga harus kenyang “karena tidak mungkin orang bisa sejahtera, pintar, dan sehat kalau mereka tidak kenyang, ujarnya.
Dengan program Kalteng besuh atau Kalteng Kenyang ini, ujar Teras, agar adanya kedaulatan pangan di daerah ini, sehingga Kalteng tidak tergantung lagi dengan daerah lain.
Sehingga ia berharap agar berbagai tanaman pangan, seperti padi agar terus ditingkatkan produktifitasnya. Sekarang ada lima kabupaten yang menjadi lumbung padi, kedepan jangan hanya lima kabupaten saja, kabupaten lain juga harus didorong, ujarnya.dkw

Masyarakat Diminta Waspadai Peredaran Bibit Palsu


PALANGKA RAYA – Masyarakat atau pengguna bibit kelapa sawit di daerah ini diminta agar berhati-hati dengan peredaran bibit palsu atau tidak unggul, karena tingkat produktivitasnya rendah, sehingga akan sangat merugikan para petani.
Untuk itu, sebelum membeli bibit tersebut, masyarakat atau pengguna bibit harus mengetahui dan memahami sumber bibit tersebut, kalau ragu-ragu selahkan berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan setempat, ujar Kepala Dinas Perkebunan Perovinsi Kalteng Rawing Rambang, saat ditemui usai menghadiri rapat paripurna, di kantor DPRD Kalteng, Kamis (18/7).
Mengingat informasi yang pihaknya terima, bahwa peredaran bibit palsu di daerah ini mencapai sekitar 35-40 persen. Untuk menangulangi peredaran bibit palsu tersebut dan mengetahui secara pasti berapa besaran peredaran bibit palsu di daerah ini, maka pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan pihak kabupaten.  
“Nanti kita cek kebenarannya, dan untuk mengetahui itu harus turun kelapangan. Kita menunggu laporan dari Kabupaten,” ungkapnya.
Mengingat kalau sampai masyarakat menggunakan bibit tersebut akan sangat merugi, meningat tingkat produktivitasnya rendah, untuk itu masyarakat diimbau agar berhati-hatu untuk memilih bibit tersebut.
Karena kalau menggunakan bibit unggul, sehingga pada usia 5-6 tahun, tingkat produktivitasnya sudah mencapai 8-12 ton tandan buah segar (TBS), namun kalau tidak menggunakan bibit unggul, maka produktivitasnya hanya sekitar 4 tonan TBS saja.
Untuk itu, maka masyarakat atau petani harus membeli bibit dari seumber yang tepat. Mengingat untuk menghasilkan bibit unggul tersebut harus melalui perawatan serta pemeliharaan yang maksimal dan memalui proses persilangan sesuai prosedur.
“Kalau ragu-ragu koordinasikan dengan Dinas Perkebunan setempat, baik Kabupaten maupun Provinsi,” ujarnya.dkw



Jalan ke Mura Rawan Longsor

PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalteng Leonard S Ampung, saat ditemui dilingkungan Dinas Pekerjaan Umum Kalteng, Jumat (19/7) malam, kepada sejumlah wartawan mengetakan, jalan ke daerah Puruk Cahu dinilai cukup rawan terjadi longsor.
“Saat ini, jalan yang rawan longsor di arah Puruk Cahu, disitu langganan setiap tahun longsor-longsor. Tapi dari pantauan kami dilapangan, saat ini tidak ada (jalan yang longsor), masih aman-aman saja,” ungkapnya.
Lanjutnya Leonard, sementara titik yang longsor di daerah Puruk Cahu ini terus bertambah. Dari penelitian yang ada, bahwa di daerah tersebut ada pergerakan, ada gerakan alur gerakan tanah, sehingga titik longsor di daerah tersebut bertambah.
Sehingga pihaknya berharap agar jalan yang ada di daerah tersebut ada penangan lagi. Namun longsoran ini merupakan bencana alam, sehingga agaranya bisa dikucurkan dari Angaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)   
Sementara untuk menangani ruas-ruas jalan yang dinilai rawan terjadi longsor tersebut, ujar Leonard, maka PPK akan membuka posko dan masing-masing menguasai lingnya masing-masing “itu harus menguasai dia, detil-detil mana yang mempunyai kecendrungan untuk longsor. Jadi dia harus menguasai titik-titik yang krusial,” ujarnya.
Sehingga, jalan-jalan yang dinilai rawan longsor ini akan dilakukan inventarisasi dan kemudian untuk dilakukan penanganan.
Diungkapkan Leonard, sementara untuk daerah Kabupaten Lamandau dan Gunung Mas, yang juga mempunyai tebing atau jurang yang cukup tinggi, namun sampai saat ini di daerah tersebut tidak ada masalah, karena lingkunganya masih belum terlalu terganggu dan pohon-pohonya masih cukup banyak
Selan itu, serta struktur tanah yang ada di daerah tersebut berbeda dengan struktur tanah yang ada di daerah Puruk Cahu, ujarnya.dkw